Rabu, 03 Februari 2010

KISAH WAYANG AJEN DI SPAIN (bag. 16-tamat)

Catatan Pandu Radea  dari Festival International de Titeres de Canarias


THE SPECIAL TEAM


          Semua Panitia Festival yang terdiri dari Domingo Borges (ketua Panitia) Fransisco Brito (kordinator) dan Filia Agrimanaki, menyatakan bahwa Wayang Ajen merupakan penampil terbaik dalam festival de Titeres de Canarias 2009. Tidak saja berdasarkan penilaian pribadi namun juga berdasarkan tanggapan penonton dari  berbagai kota yang pernah  menonton Wayang Ajen. Demikian pula tim kesenian boneka lainnya yang datang dari beberapa Negara, juga menyakan kekagumannya akan pertunjukan Wayang Ajen.  Wayang Ajen juga merupakan satu-satunya group yang dibiayai sepenuhnya oleh Panitia. Sedangkan group lainnya hanya akomodasi saja yang ditanggung panitia, untuk tiket pesawat mereka harus mencari sponsor sendiri.

         Kepercayaan dan penghargaan besar dari panitia berkaliber International tersebut jelas tidak  disia-siakan oleh Tim Wayang Ajen. Setiap jadwal  acara selalu diikuti  tepat waktu. Hal ini untuk memberikan citra baik bagi dunia international, bahwa seniman Indonesia memiliki disiplin tinggi dan sikap profesionalisme.  Dari semua hal diatas, akhirnya Wayang Ajen diundang tampil untuk acara live di station TV Teidevision  canal 6. Dalam format siaran langsung ini, Wayang Ajen menampilkan sesuatu yang berbeda yaitu Wayang Karinding. 
 
          Pertunjukan yang berjalan 30 menit tersebut menampilkan simulasi permainan wayang golek dengan iringan alat musik tradisional yang disebut karinding.  Alegria, pembawa acara Bosque Imagico menyatakan kepuasaanya. Dalam wawancara live tersebut kami juga kembali menjelaskan secara singkat  gambaran mengenai pertunjukan Wayang Golek sunda dan wayang Indonesia pada umumnya. Yang ditampilkan wayang ajen hanya sebuah simulasi saja.

          Karinding yang menjadi pengiring musik adalah antisipasi akibat alat pertunjukan  yang biasa dipergunakan tidak dibawa, karena informasi sebelumnya panitia menyatakan Tim Wayang Ajen hanya akan diwawancara saja, tidak diminta tampil  dalam format pertunjukan wayang golek. Untuk itu, maka kami juga menyerahkan video rekaman pertunjukan Wayang Ajen sebenarnya yang telah direkam di tanah air. Agar mereka tidak salah presepsi mengenai pertunjukan Wayang Ajen  yang sebenarnya.


       Pada kesempatan tersebut juga kami menceritakan tentang Wayang Daun kepada Teidevision. Wayang yang dibuat dari daun kering tersebut ternyata sangat diminati oleh Alegria sebagai media pembelajaran kretifitas bagi anak-anak. Bahkan dirinya berjanji akan mengembangkan wayang daun dalam program Bosque Imagico.  Selain itu Alegria juga akan selalu mengatakan bahwa Wayang Daun yang akan dikembangkanny,a diciptakan oleh 4 seniman Wayang Ajen Indonesia yang telah berkunjung ke Tenerife.

 
       Untuk itu Tim Wayang Ajen memberikan nama setiap karakter Wayang Daun, sesuai dengan nama karakter pada tokoh Wayang Golek Sunda.  Hal tersebut merupakan sebuah promosi seni Indonesia yang akan selalu diingat. Jika Wayang Daun di kemudian hari berkembang, maka nama Indonesia, melalui kreatifitas tim Wayang Ajen, akan selalu harum dikenang oleh pecinta Wayang Daun di Spanyol, khususnya di Tenerife.




ending
 
           Kiprah Wayang Ajen di dunia International memang sudah dikenal. Dan Kesuksesan Wayang Ajen di Festival International De Titeres de Canarias 2009 Spanyol juga sudah terdengar ke beberapa negara.  Maka setelah selesai kegiatan festival tersebut, Wayang Ajen rencananya akan di undang untuk tampil di beberapa Festiva internasional di Yunani, China, dan Perancis

         Selain memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia, setiap tim wayang ajen selalu memberikan gambaran akan potensi pariwisata di Indonesia. Saya banyak menceritakan tentang keindahan alam parahyangan terutama kabupaten Ciamis, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya. Tavip Lampung menceritakan keindahan pulau Sumatera pada umumnya, demikian pula Dodong Kodir menggambarkan tentang kota Bandung yang dikenal sebagai Paris van java.
 
       Sedikit banyak informasi tersebut memberikan pengetahuan kepada warga Spanyol untuk semakin mengenal Negara Indonesia, tidak hanya pulau Bali  dan Aceh . Dan akibat promosi yang dilakukan secara persuasive maka Fransisco Brito bersama beberapa orang tim dari eropa merasa sangat tertarik, terutama oleh kekayaan seni budaya Indonesia.  Mereka merencanakan sekitar bulan Agustus 2009 akan berjunjung ke Indonesia untuk berkeliling ke berbagai daerah, mencari potensi seni budaya yang dapat ditampilkan di luar negeri. 
 
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar